Naik Rp 5.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 908.000 per Gram



Harga emas Antam pada Rabu (13/5/2020) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 908.000.

Harga emas hari ini terpantau naik Rp 5.000 dibandingkan dengan harga jual Selasa (12/5/2020) kemarin.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 812.000 per gram.

‎Harga buyback tersebut juga naik Rp 6.000 dibandingkan dengan harga buyback Selasa kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga jual emas batangan pada hari ini.

emas 0,5 gram Rp 478.500.
emas 2 gram Rp 1.765.000.
emas 3 gram Rp 2.626.000.
emas 5 gram Rp 4.360.000.
emas 10 gram Rp 8.655.000.
emas 25 gram Rp 21.530.000.
emas 50 gram Rp 42.985.000.
emas 100 gram Rp 85.900.000.
emas 250 gram Rp 214.500.000.
emas 500 gram Rp 428.500.000.
emas 1.000 gram Rp 857.600.000.


Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, di tengah ekspektasi stimulus lebih lanjut dari The Fed.

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, di tengah ekspektasi stimulus lebih lanjut dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed untuk mendukung ekonomi yang terpukul oleh pembatasan akibat virus corona.

Mengutip Reuters, Rabu (13/5/2020) harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.701,44 dolar AS per ounce.


Sedangkan harga emas berjangka patokan Amerika Serikat ditutup meningkat 0,5 persen menjadi 1.706,80 dolar AS per ounce.

"The Fed akan mulai membeli ETF obligasi untuk pertama kalinya. Ini besar, di sini lebih banyak stimulus yang akan digelontorkan dan semua orang tahu ketika ada lebih banyak stimulus, kita ingin memiliki lebih banyak emas," kata Michael Matousek, Kepala Trader US Global Investors.

Bank sentral AS itu akan mulai membeli saham ETF yang berinvestasi dalam obligasi melalui Secondary Market Corporate Credit Facility.

Fasilitas ini adalah salah satu dari beberapa alat yang baru-baru ini diciptakan The Fed untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi tersebut.

"Salah satu hal positif yang dapat mendorong emas untuk breakout akan lebih banyak bicara tentang stimulus di seluruh dunia," kata Matousek.

Presiden Donald Trump, kembali mendorong The Fed untuk mengadopsi suku bunga negatif, bahkan ketika beberapa anggota bank sentral itu mengatakan mereka tidak melihat perlunya suku bunga yang sekarang mendekati nol untuk pindah ke wilayah negatif.

Emas meningkat lebih dari 12 persen sepanjang tahun ini karena bank sentral global mengeluarkan gelombang stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi.

Emas cenderung mendapat keuntungan dari langkah-langkah stimulus yang dikeluarkan karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Post a Comment

Previous Post Next Post