Tarif Biaya Cek Corona di Rumah Sakit Dipatok Rp 500 Ribu


Saat ini, data update pantauan Covid-19 di Sulsel, Minggu (22/3/2020), Orang Dalam Pemantauan (ODP) 95 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 28 orang, dan Positif Covid-19 sebanyak 2 orang. Satu pasien positif Covid-19 diantaranya meninggal dunia yakni nomor 856.

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat masyarakat merasa khawatir dan panik. Olehnya itu banyak yang was-was dan waspada terhadap pandemi Covid-19 ini.

Salah satu yang mungkin dilakukan oleh masyarakat dalam mewaspadai virus mematikan ini yaitu dengan melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatannya.

Namun masyarakat Sulsel yang ingin memeriksakan diri terkait gejala virus Corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar harus mengeluarkan biaya. Biaya yang dikeluarkan terbilang cukup besar yakni sekitar setengah juta rupiah atau Rp500 Ribu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kasubag Humas RS Wahidin Makassar, Rizki Dewi, saat dikonfirmasi Kabar.News via Whatsapp, Minggu (22/3/2020).

"Kalau baru 1 gejala nanti bisa langaung ke Private Care Center (PCC) lantai 1 pak, check up. Biayanya kalau tidak salah sekitar Rp400-500 ribu ," ucap Dewi.

Terkait pemeriksaan gejala Covid-19 di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo ditanggung BPJS atau tidak, Dewi mengaku bahwa pemeriksaan tersebut tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. "Check up tidak ditanggung BPJS, Pemerintah juga hanya membiayai PDP dan yang confirm," tandasnya.

Gubernur Sulsel Usul Unhas dan RS Wahidin Bisa Tes Corona


Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengeluhkan pemerintah pusat yang lamban memberikan jawaban terkait empat sampel pasien diduga terjangkit virus Corona. Karena itu, dia meminta kepada Kementerian Kesehatan agar memberikan legitimasi kepada Universitas Hasanuddin atau Unhas dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk melakukan pengecekan langsung.

“Ada empat sampel kita kirim tetapi tak ada jawaban,” kata Nurdin Abdullah di Makassar, Rabu 18 Maret 2020.

Nurdin menjelaskan bahwa Unhas dan RS Wahidin telah siap untuk melakukan pengecekan untuk pasien yang diduga terpapar Covid-19. Karena itu, kata dia, sebenarnya tidak perlu lagi spesimen pasien dikirim ke Jakarta lantaran terlalu lama.

“Kita hanya minta legitimasi dari Kemenkes, kalau diizinkan kita mampu. Kalau cek sendiri itu hanya hitungan jam saja,” kata Nurdin.

Sebelumnya, ada 10 pasien yang menjalani pemeriksaan di Sulsel. Enam dinyatakan negatif dan empat orang masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium di Jakarta.

Nurdin pun membandingkan dengan Universitas Airlangga, Surabaya yang telah diberikan legitimasi untuk memeriksa spesimen virus Corona. Padahal Sulawesi Selatan juga sudah memiliki alatnya.

“Sulsel kok enggak dikasih, ini wilayah Timur,” kata Nurdin. Pemerintah Sulsel juga telah melakukan pembenahan dan siap menambah peralatan agar sesuai standarisasi.

Saat ini, Nurdin telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Ichsan Mustari untuk berkoordinasi dengan Kemenkes terkait ketersediaan alat di rumah sakit rujukan. Ada tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulsel, diantaranya RS Wahidin, Labuang Baji, Pelamonia, Tajuddin Chalid, Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare, RSUD Sinjai, dan RSUD Tana Toraja.

Post a Comment

Previous Post Next Post