Polisi Periksa 11 Saksi dalam Pembunuhan Sopir di Dogiyai Papua


Akhirnya Polisi Periksa 11 Saksi dalam Pembunuhan Sopir di Dogiyai Papua. yang kami rangkum dari beberapa sumber. 

Penyidik Satuan Reskrim Polres Nabire melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi dalam kasus pengeroyokan sopir truk hingga mengakibatkan kematian.

Ke-11 orang saksi keseluruhannya adalah anggota polisi. Pemeriksaan anggota Polri dilakukan, sebab saat kejadian pengeroyokan, 11 orang polisi ini mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan saat ini pelaku dalam pengejaran. Pasca kejadian, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai juga kembali aman dan kondusif.

"Kami juga telah melakukan olah TKP pengeroyokan, hingga korban meninggal dunia yang diduga dilakukan sekelompok massa di Jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Paniai dan Nabire," kata Kamal, 

Olah tempat kejadian perkara lokasi amuk massa yang terjadi di Jalan Trans Papua yang menghubungjan Kabupaten Paniai dan Nabire. 

Penanganan kasus berdasarkan laporan polisi nomor: LP/01-A/II/2020/Sek-kamu, tanggal 23 Februari 2020.
Korban meninggal dunia terjadi pada Minggu (23/2), sekitar pukul 13.17 WIT di Jalan Trans Papua, Kampung Ekimani Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.


Dalam olah TKP, polisi menemukan barang bukti diantaranya 11 buah batu, 2 buah kayu, 1 serpihan kaca mobil truk, 1 buah besi kaca spion truk.

Akibat kejadian ini, pelaku dijerat dengan pasal primair pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, subsidar pasal 351 ayat (3) KUH Pidana, yaitu tentang tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

Sebelumnya, korban bernama Yus Yunus, 25 tahun dikeroyok warga setempat. Warga menduga korban adalah pelaku tabrak lari. Namun dalam penyelidikan polisi, Yus Yunus adalah korban salah sasaran dalam amuk massa tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyebutkan tim gabungan ini sudah memeriksa beberapa saksi. Termasuk beberapa warga setempat yang berada di lokasi kejadian.



“Sudah ada 10 orang saksi. Polda Papua telah menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut untuk mencari fakta-fakta yang terjadi di lapangan,” kata Kamal melalui sambungan telepon, Jumat (28/02/2020).

Pihak kepolisian, menurut Kamal masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan. Saat melakukan oleh TKP beberapa hari lalu, polisi menemukan barang bukti berupa 11 buah batu, dua buah kayu, satu lembar serpihan kaca mobil truk, dan satu batang besi kaca spion truk.


“Kami dari kepolisian pun sangat menyayangkan kasus ini. Kami meminta keluarga korban untuk menyerahkan sepenuhnya ke aparat soal penanganan kasus ini,” jelasnya.

Kamal menyebutkan kejadian di Jalan Trans Nabire-Enarotali, Kampung Ekimani Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Minggu (23/2/2020) menimbulkan dua korban jiwa. Pengendara motor Demianus Mote (37 tahun), warga Kabupaten Dogiyai, dan sopir truk atas nama Yus Yunus asal Polewali Madar, Sulawesi Barat.


“Kasus itu berawal dari korban yang pertama, warga Papua mengendarai sepeda motor dan menabrak seekor babi. Terus kemudian terpentel mengenai bagian truk,” ungkap Kamal.


Sumber : 
bumipapua.com
kumparan.com
fajar.co.id

Post a Comment

Previous Post Next Post