Begini fungsi obat amoxicillin 500mg


Amoxicillin merupakan suatu antibiotik golongan penisilin memiliki spektrum yang luas (membunuh bakteri gram negatif dan positif, nanti akan dijelaskan dibawah). Obat ini hanya dapat membunuh bakteri dan tidak dapat membunuh virus, misal flu.
Obat ini mengatasi infeksi akibat bakteri, terutama pada gigi, saluran kemih, telinga, hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan kelamin (misalnya gonore). Obat ini juga digunakan sebagai salah satu obat dalam terapi tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.
Kategori kehamilan obat ini adalah kategori B, menunjukan bahwa studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Obat ini tidak cocok untuk beberapa orang. maka perlu dipastikan apakah obat ini aman untuk anda. katakan pada dokter jika anda :
  1. Memiliki reaksi alergi pada amoxicillin atau penisilin atau obat lainnya.
  2. Memiliki masalah hati atau ginjal
  3. Baru saja mendapatkan, atau akan mendapatkan vaksinasi.


Arti 500 mg pada amoxicillin?Yang dimaksud 500 mg pada amoxicillin adalah jumlah zat aktif amoxicillin yang ada pada satu unit sediaan obat tersebut. Satu unit itu bisa tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, kaplet, sirup (biasanya per mili liter) atau bentuk sediaan obat lainnya. Berlaku juga untuk obat lainnya. Semakin besar angkanya, maka kekuatan obat tersebut semakin besar.
Amoxicillin kapsul tersedia dengan kekuatan 250 mg dan 500 mg, sedangkan dalam bentuk sirup kering tersedia dengan kekuatan 125 mg/5 mL dan 250 mg/5 mL.[3]
Bagaimana cara konsumsi amoxicillin?Telan kapsul amoxicillin seluruhnya dengan air. Jangan dikunyah atau dihancurkan.
Untuk anak-anak yang belum dapat menelan, obat ini tersedia dalam bentuk sirup kering. Ingat, obat ini dalam bentuk sirup kering dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan! setiap obat yang diracik/dilarutkan, pasti memiliki batasan waktu penggunaan, atau istilah kerennya adalah beyond use date (BUD). BUD dari amoksisilin sirup adalah tujuh hari. Biasanya, apotek/instalasi farmasi akan memberikan dalam bentuk sudah dilarutkan (petugas akan melarutkan obat ini hanya saat sebelum diserahkan, maka BUD dari obat ini adalah tujuh hari semenjak obat diserahkan dari apotek).
Misalnya, dokter meresepkan amoxicillin sirup pada tanggal 20 juni 2019, anda menebus pada tanggal yang sama di apotek dekat rumah anda. Jumlah total amoxicillin sirup setelah dilarutkan adalah 60 mL. Maka obat ini baik digunakan hingga 27 juni 2019, jika lewat dari tanggal tersebut dan masih tersisa, jangan dikonsumsi dan segera dimusnahkan.
Logikanya, jika anda mengkonsumsi tiga kali sehari sejumlah satu sendok obat misal 5 mL, satu botol obat ini akan habis selama empat hari. Jika lewat dari empat hari dengan jumlah konsumsi yang sama, mungkin anda melewatkan minum obat anda.

Ingat, amoxicillin sirup jangan disimpan di kulkas, apalagi freezer ya ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, nanti obat ini akan mengkristal dan kestabilan obatnnya menurun, bisa jadi obatnya tidak akan berefek saat diberikan.
Jangan lupa kocok dahulu ya!
Efek samping yang umum
E
fek samping obat ini muncul sekitar 1 dari 10 orang.
  1. Mual
  2. Diare
tetap gunakan obat ini, namun konsultasikan pada dokter atau apoteker anda jika efek samping ini mengganggu anda jika atau tidak kunjung hilang.
Efek samping serius
  1. diare disertai perut keram yang beserta darah atau mukus. Jika anda memiliki diare parah lebih dari empat hari maka anda harus segera berkonsultasi kepada dokter.
  2. Selain itu, feses berwarna pucat, dan urin berwarna gelap, kulit atau bagian mata menguning (tanda peringatan dari hati atau kantong empedu).
  3. kulit memar
  4. nyeri sendi atau otot setelah dua hari mengkonsumsi obat ini
  5. ruam kulit
Reaksi alergi amoxicillin
Sekitar 1 dari 15 orang memiliki reaksi alergi terhadap amoxicillin.
pada kebanyakan kasus, reaksi alergi ringan dan dapat didapati dengan gejala:
  1. kulit gatal-gatal
  2. batuk
  3. mengi
reaksi alergi ini biasanya dapat ditangani dengan menggunakan antihistamin.
pada kasus yang langka, amoxicillin dapat menyebabkan reaksi alergi serius (anafilaksis).
Ingat, bijaklah menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa instruksi dan rekomendasi dari dokter dapat menyebabkan infeksi bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik ini (bahasa medisnya adalah resistensi obat).

Jika tidak ada efek samping serius/ alergi. Gunakan antibiotik ini sampai habis sesuai dengan instruksi dari dokter.

Post a Comment

Previous Post Next Post