Ternyata Begini Sejarah Penemuan Obat Herbal

Trial and Error
Istilah sederhananya ya coba-coba, sebenarnya tetap bisa dibilang penelitian walau dalam konsep yang paling sederhana. Kalau di kedokteran zaman sekarang ada sistem randomized controlled trial
Penelitian yang membandingkan efek placebo(obat kosong) dengan obat sesungguhnya, jadi hasilnya lebih valid. Kalau zaman nenek moyang kita, tentunya lebih sederhana, orang yang sakit akan berusaha disembuhkan dengan berbagai bahan yang ada, bisa tanaman ataupun hewan.
Bayangkan skenario berikut:
A: Pak, aku kok sakit kepala ya, rasanya pusing banget.
H: Duh, kamu istirahat la. Kubuatkan makanan ya.
ssshhhh…. suara rebusan yang mendesis memenuhi ruangan. Aromanya mulai tercium.
H: Ini, coba makan dulu pelan-pelan ya.
A: Makasih pak, enak. Tapi ada makanan yang bisa buat gak nyeri lagi gak ya?
H: Konon rebusan ekstrak tanaman bisa jadi obat, tapi harus saya coba satu-satu.
A: Gak apa pak, sakit banget, saya terima risikonya deh.
H: Kita coba ekstrak pohon pisang ya…
A: Duh , gak ada perubahan pak.
H: Kita coba ekstrak pohon mangga ya…
A: Duh, sama aja pak.
H: Ini dari tanaman dedalu, kita coba ramu ya…
A: Eh, kok enakan ya pak?
H: Serius? Coba lagi.
A: Iya pak, enakan. Mantap ini.
H: Hoo, ekstrak tanaman dedalu cocok untuk sakit kepala. Catat…
Hmm… tapi supaya yakin, harus coba dulu ke pasien lain yang menderita sakit kepala. Setelah lebih dari 10 pasien sakit kepala sembuh baru saya yakin 100%.
Skenario di atas hanya imajinasi saya, karena saya membayangkan bagaimana Pak Hippocrates mendapat kesimpulan bahwa ekstrak tanaman dedalu(willow) dapat digunakan untuk mengurangi nyeri.
Dan kalau ada yang penasaran, itulah asal mula diciptakannya Asam Salisilat, bahan utama dari aspirin, salah satu obat paling umum di dunia.

Post a Comment

Previous Post Next Post