Eksekusi mati terhadap orang kebal pada zaman dahulu

Jaman dulu Orang kebal dieksekusi dengan cara diremukkan tulangnya!
Saya adalah seorang yang berasal dari Suku Bugis Sulawesi selatan. Suku Bugis dan suku-suku lainnya di Sulawesi seperti Suku Mandar, Makassar, Toraya, dan Kajang sejak jaman dahulu terkenal dengan ilmu mistisnya yang kental.
Ilmu mistis di Sulawesi banyak macamnya seperti Ilmu pesugihan, Ilmu pelet, ilmu guna-guna dan juga Ilmu kebal. Tapi saya gak ngamalin ilmu-ilmu itu lho ya!
Yang menjadi terkenal dan sering dipelajari dan dipakai adalah ilmu Kebal. Belanda yang dulu menjajah Sulawesi sampai kesulitan menghadapi orang-orang kebal ini, karena senjata tajam apapun tidak akan bisa menembus kulit mereka.
ada beberapa cerita tentang Ilmu kebal yang pernah saya baca, berikut diantaranya :

Ayah Arung Palakka La Pattobune dieksekusi dengan cara dimasukkan kedalam lesung ( wadah untuk numbuk padi) dan dipukul dengan alu (kayu berat nan tumpul) sampai mati. Hal ini dilakukan karena beliau kebal senjata. Yang mengeksekusi beliau adalah Perdana Menteri Kerajaan Gowa Karaeng Karunrung karena La Pattobune mengamuk dan membunuh beberapa tentara Gowa setelah melihat penderitaan rakyat Bone yang ditindas oleh Kerajaan Gowa. Saya bangga dengan sikap patriot La Pattobune:)
  • Pong Tiku atau Pontiku, dikenal juga bernama Ne' Baso' adalah seorang putra raja yang memimpin perang gerilnya melawan belanda di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan sekitar tahun 1900an. Pada saat serangannya kepada Belanda tahun 1906, dia tertangkap. Pontiku dieksekusi tahun 1907 dengan cara meremukkan tulang-tulangnya satu persatu. Ditengah rasa sakit yang menyiksa itu, Belanda menemukan jimat yang tertanam di tubuhnya. Pontiku pun akhirnya bias dieksekusi menggunakan senjata tajam.
  • Ammana Pattowali, Panglima perang Kerajaan Balanipa di Mandar, Beliau melakukan perlawanan di mandar sekitar tahun 1905. ditengah perlawanannya, muncul seorang penghianat yang memberitahu rahasia tempat beliau. Belanda pun menyerang tempat itu dan menangkap Ammana Pattowali sekaligus mengeksekusinya disana. Menurut penuturan orang yang memakamkan beliau, "Pahlawan itu (Ammana I Pattolawali) gugur tanpa luka. Beliau tahan peluru dan benda-benda tajam lainnya. Yang menyebabkan kegugurannya ialah lengannya ditarik oleh beberapa orang serdadu Belanda, sampai tulang lengannya berpisah dengan badannya. Dari mulut, telinga, dan mata mengeluarkan darah"

1 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post