Wow Menelan Sperma Ternyata Bisa Hamil


Yuk kita pelajari tentang petualangan sperma demi bisa membuahi sang sel telur idaman hati.

Di malam yang hangat nan sepi, sperma yang sedang tertidur mendapat sinyal untuk beraksi.

Tak lama kemudian, si sperma bersama jutaan kawannya terhempas kencang, menuju sebuah lubang para sperma mulai berjuang.

Ah udahan lah mainan rimanya, pusing juga mikirnya.

Nah, jadi ketika sepasang pria dan wanita sedang berhubungan intim dan ingin memiliki keturunan, si pria tentu akan mengeluarkan spermanya ke dalam vagina si wanita. Ingat ya, vagina itu ada di dalam, kalau yang terlihat di luar itu namanya labia.



Tujuan utamanya adalah tuba fallopi dengan terlebih dahulu harus melewati rahim atau uterus.

Jarak dari vagina ke tuba fallopi tidak panjang, untuk kita, bukan untuk sperma. Bagi tiap sel sperma, perjalanan menuju tuba fallopi merupakan perjuangan antara hidup dan mati.

Tantangan pertama yang dihadapi sperma adalah tingkat keasaman vagina. Jangan salah loh, keasaman vagina ini sekitar 3 sampai 4. Karena asam, banyak kamerad sperma yang gugur di tengah jalan.

Untuk yang selamat, tujuan selanjutnya adalah rahim.



Rahim tingkat keasamannya lebih netral, sehingga kemungkinan sperma mati karena keasaman sangat kecil. Namun permukaan rahim banyak lekukan, sehingga bagi sperma, rahim adalah labirin raksasa. Banyak yang tersangkut, banyak juga yang tersesat. Untuk yang selamat, tinggal ada satu tempat terakhir.

Ketika mencapai tuba fallopi, sperma harus melawan arus dari silia yang menghantarkan sel telur berlawanan arah dengan mereka. Tidak terlalu masalah, toh mereka dengan sel telur semakin lama semakin mendekat.

Sampailah mereka menyentuh sel telur. Satu demi satu sperma berusaha menembus permukaan sel telur, namun gagal. Para sperma penantang awal gagal, sampai pada akhirnya ada satu sperma oportunis yang memanfaatkan keadaan sel telur yang makin terbuka untuk mengambil kesempatan membuahi sel telur.

Betul, setiap individu yang lahir bukanlah berasal dari sperma yang paling duluan mencapai sel telur, tetapi dari sperma yang cukup licik memanfaatkan hasil dan usaha dari sperma-sperma yang telah gugur. (Adithya Ekananda, 2019)

Setelah pembuahan, gabungan sel telur dan sperma yang kita sebut sebagai zigot pun dioper menuju rahim untuk ditanam.

-tamat-

Nah, bagaimana petualangan sperma yang ditelan? Inilah nasib mereka.

Ketika sepasang pria dan wanita ingin bereksperimen mengembangkan permainan baru. Ketimbang mengeluarkan sperma di vagina wanita, si pria ini malah mengeluarkannya di mulut si wanita.

Entah karena alasan apa, si wanita tersebut menelan sperma di mulutnya.

Ketika masih di mulut, sel-sel sperma masih bisa bertahan dengan baik karena mulut memiliki tingkat keasaman yang basa. Tapi semua berubah ketika si wanita mendorong sperma masuk ke mulutnya.

Pemberhentian selanjutnya adalah lambung. Lambung memiliki tingkat keasaman sekitar 1 sampai 2. Ini jauh lebih asam ketimbang vagina loh. Nilai keasaman itu berupa perpangkatan, jadi beda satu nilai artinya beda 10 kali lipat. Beda dua nilai artinya beda 100 kali lipat. Lambung memiliki keasaman 10 sampai 1000 kali lipat ketimbang vagina!

Jika di vagina saja sudah banyak menelan (hehe) korban sperma, apalagi di lambung? Ini bukan lagi menjadi tantangan! Ini adalah pembantaian! Ini adalah geno… maksudnya spermisida!

Tidak ada sperma yang bertahan dari lambung.

-tam…

Sebentar! Asumsikan separuh jumlah sperma berhasil bertahan hidup, lalu bagaimana kelanjutannya?

Kelanjutannya adalah mereka harus melewati usus kecil.

Untungnya usus kecil memiliki tingkat keasaman yang cenderung netral atau basa. Kematian sperma mungkin lebih sedikit ketimbang pembantaian yang terjadi di lambung. Akan tetapi, permukaan usus kecil sangat terjal. Jika lekukan di rahim sudah menyulitkan, melewati lekukan-lekukan (pili) di usus kecil hampir tidak mungkin.

Oke, anggaplah setengah dari mereka bertahan hingga ke tahap selanjutnya: usus besar.

Di usus besar, terjadi penyerapan air yang artinya pergerakan sperma agak terhambat. Tidak jadi masalah juga karena pergerakan mereka sudah terhambat oleh usus besar itu sendiri.

Begini, usus besar hanya mengalir setiap 5 sampai 8 jam sekali. Apakah ini masalah bagi sperma? Ya! Sperma hanya bisa bertahan di lingkungan luar sampai tiga jam saja. Di usus besar, banyak sperma yang gugur karena terlalu lama menunggu.

Kita masih jadi orang baik, anggap separuh dari mereka bertahan ke tahap selanjutnya.

Tahap apa yang akan menanti mereka selanjutnya? Ketika usus besar mengalami pergerakan, ujung usus mulai terbuka membolehkan secercah cahaya terlihat. Para sperma kita ini mulai bergerak. Terus bergerak. Tetap bergerak, menuju dunia baru di depan mereka.

PLUNG!!!

Yap! Mereka berakhir di toilet.

-tamat-

Jadi intinya adalah, menelan sperma tidak akan membuat seseorang hamil karena sperma yang tertelan tidak akan masuk ke sistem reproduksi dan menemui sel telur.

Semoga membantu.

1 Comments

  1. Judulnya click bait buat yang selama ini percaya bahwa nelen sperm bisa hamil. Info bodoh yang tersebar ketika jaman pubertas awal hahaha

    Ya generasi dengan edukasi terbatas, pasti masih percaya.

    Sama seperti orang tua jaman dulu, ngasi tw, kalau tidur berdua cowo cewe nanti bisa hamil. Hmm, ternyata ada proses lain, selain sekedar tidur yang bisa jadi penyebab kehamilan, hanya saja itu tidak diceritakan dengan baik karena bingung menjelaskannya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post